Program Pelayanan, Uncategorized

KEBAKTIAN MINGGU SENGSARA KE VII & PENEGUHAN 40 CALON ANGGOTA SIDI BARU GMIT ENKURIO IANABUK 2026

Minggu, 29 Maret 2026 menjadi hari yang penuh makna dan sukacita bagi Jemaat GMIT Enkurio Ianabuk. Dalam suasana yang khidmat dan penuh haru, dilaksanakan Ibadah Peneguhan Sidi Baru, sebuah momen penting yang menandai kedewasaan iman para anggota sidi yang diteguhkan sebagai bagian utuh dari tubuh Kristus.

Sejak pagi hari, para calon anggota sidi telah hadir di lingkungan gereja, diantar oleh orang tua dan keluarga tercinta. Kehadiran keluarga menjadi tanda dukungan yang kuat sekaligus wujud syukur atas perjalanan iman anak-anak mereka hingga tiba pada tahap peneguhan. Dengan penuh kesiapan, para calon sidi mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin, untuk mengikuti rangkaian ibadah yang sakral ini.

Sebelum memasuki ruang ibadah, para calon anggota sidi bersama Ibu Pdt. Aksamina A.K.Nenogasuh, S.Th dan para Majelis Jemaat berkumpul di ruang konsistori. Dalam suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan, mereka berdoa bersama, memohon penyertaan Tuhan agar setiap proses ibadah berjalan dengan baik dan penuh berkat. Doa bersama ini menjadi landasan rohani yang memperkuat iman dan kesiapan hati para calon sidi.

Selanjutnya, para calon anggota sidi diantar oleh Ibu Pnt. Elisabeth Kolimoh memasuki ruang ibadah dari pintu utama. Prosesi ini berlangsung dengan sangat tertib dan penuh makna. Diiringi alunan solo yang menyentuh hati, para calon sidi berjalan dengan penuh hikmat menuju tempat duduk mereka masing-masing. Dalam prosesi tersebut, terdapat simbol-simbol iman yang sarat makna. Satu orang membawa Alkitab sebagai lambang firman Tuhan yang menjadi dasar kehidupan orang percaya. Seorang lainnya membawa salib sebagai tanda pengorbanan Kristus yang menyelamatkan umat manusia. Sementara itu, satu orang membawa lilin sebagai simbol terang Kristus yang menerangi kehidupan. Ketiga simbol ini kemudian diletakkan di atas meja altar, menandai kehadiran Tuhan dalam ibadah serta komitmen iman para calon sidi.

Ibadah Peneguhan Sidi Baru ini didasarkan pada firman Tuhan dalam Yesaya 53:1–12 dengan Topik “Hamba Tuhan Yang Menderita.” Dalam perenungan firman, Jemaat diajak untuk memahami makna penderitaan Kristus sebagai jalan keselamatan bagi manusia. Thema “Yang Terluka Yang Menyembuhkan” mengingatkan bahwa melalui luka-luka-Nya, Kristus membawa kesembuhan bagi dunia. Oleh karena itu, para sidi baru dipanggil untuk hidup dalam kasih, menjadi alat Tuhan untuk menghadirkan penghiburan dan pemulihan bagi sesama.

Memasuki bagian inti ibadah, yaitu Pengakuan dan Janji, suasana menjadi semakin khidmat. Pelayan firman menyampaikan ajakan kepada para calon anggota sidi untuk berdiri dan menjawab pertanyaan-pertanyaan iman di hadapan Allah dan Jemaat. Dengan penuh kesadaran dan keyakinan, mereka menyatakan iman kepada Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus.

Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan penuh keteguhan hati, termasuk komitmen untuk tetap setia dalam iman, baik dalam suka maupun duka, serta kesediaan untuk menjadi anggota Gereja Protestan di Indonesia dalam lingkup GMIT yang aktif dalam pelayanan firman dan sakramen. Saat nama masing-masing disebutkan, para calon anggota sidi dengan tegas menjawab: “Ya, saya percaya dan berjanji dengan segenap hati.”

Setelah pengakuan iman, para calon sidi menyanyikan lagu “Mengikut Yesus Keputusanku” dengan penuh penghayatan. Lagu ini menjadi ungkapan komitmen mereka untuk setia mengikut Kristus sepanjang hidup, tanpa ragu dan tanpa berpaling.

Puncak ibadah terjadi pada saat Peneguhan dan Pemberkatan. Pelayan firman berdiri di hadapan para calon anggota sidi dan menyatakan bahwa berdasarkan perjanjian Allah yang dimeteraikan melalui baptisan serta pengakuan iman yang telah diucapkan, mereka kini diteguhkan sebagai anggota sidi Gereja Protestan di Indonesia dalam lingkup GMIT, serta diperkenankan untuk turut mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus.

Dengan penuh kerendahan hati, para anggota sidi baru berlutut untuk menerima berkat Tuhan, sambil menyanyikan lagu KJ No. 375 : “Saya Mau Ikut Yesus.” Nyanyian ini semakin memperdalam suasana ibadah yang penuh penghayatan, sekaligus menegaskan tekad mereka untuk setia mengikut Tuhan dalam segala situasi kehidupan.

Pelayan firman kemudian menaikkan doa pemberkatan, memohon agar Tuhan yang Mahakuasa senantiasa menyertai kehidupan para sidi baru. Dalam doa tersebut, dipanjatkan harapan agar mereka berakar dan beralaskan dalam kasih Tuhan, serta mampu memahami kedalaman kasih-Nya yang melampaui segala akal manusia.

Sebagai tanda peneguhan, pelayan firman menumpangkan tangan dan mengucapkan berkat Tuhan : Tuhan memberkati kamu dan melindungi kamu ; Tuhan menyinari kamu dengan wajah-Nya dan memberi kamu kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi kamu damai sejahtera. Amin.

Di dalam ruang ibadah, seluruh jemaat dan orang tua telah menantikan momen ini dengan penuh sukacita. Wajah-wajah haru dan bangga tampak jelas ketika para sidi baru resmi diteguhkan. Suasana kebersamaan dan kasih semakin terasa, menegaskan bahwa gereja adalah keluarga Allah yang saling menopang dalam iman. Peneguhan Sidi Baru ini bukanlah akhir dari perjalanan iman, melainkan awal dari tanggung jawab baru sebagai anggota gereja yang dewasa. Thema “Yang Terluka Yang Menyembuhkan” menjadi panggilan bagi setiap sidi baru untuk hidup dalam kasih Kristus, serta menjadi saluran berkat bagi sesama di tengah dunia yang penuh tantangan. Diharapkan para sidi baru GMIT Enkurio Ianabuk dapat bertumbuh menjadi pribadi yang kuat dalam iman, setia dalam pelayanan, serta mampu menjadi terang dan garam bagi lingkungan sekitarnya.

Dalam Suara Gembala , Ibu Pdt. Aksamina A.K.Nenogasu, S.Th.  menekankan bahwa menjadi seorang sidi bukan hanya sekadar status dalam gereja, melainkan sebuah panggilan hidup. “Setiap orang pernah terluka, tetapi Tuhan memanggil kita bukan untuk tinggal dalam luka itu, melainkan untuk bangkit dan menjadi alat pemulihan bagi orang lain,” demikian juga salah satu pesan dan kesan yang disampaikan perwakilan Para sidi baru,  diajak untuk tidak takut menghadapi tantangan hidup, melainkan tetap berpegang teguh pada iman kepada Kristus yang adalah sumber penghiburan dan kekuatan. Kiranya melalui kehidupan mereka, kasih Tuhan yang menyembuhkan semakin nyata dirasakan oleh banyak orang..

Soli Deo Gloria.

https://gmitenkurioianabuk.or.id diakses pada hari : Jumat, 05 April 2026.

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.

Login

Register

terms & conditions