PENGGEMBALAAN PRA-PASKAH RAYON KALVARI JEMAAT GMIT ENKURIO IANABUK RABU, 27 MARET 2024
TATA IBADAH KELOMPOK
PERSIAPAN
- Menyalakan Lilin
- Setiap rumah tangga dalam kelompok mempersiapkan persembahan dan meletakkan dalam tempat persembahan yang disiapkan
AJAKAN BERIBADAH
Pelayan : Jemaat Tuhan yang terkasih, Saat ini, kita turut serta dalam perarakan Via Dolorosa menuju ke Kalvari. Siapakah kita dalam perarakan itu? Mungkinkah kita adalah bagian di antara orang-orang yang penuh amarah berteriak nyaring “Salibkan Dia!” Mungkinkan kita, para prajurit yang tak mengenal-Nya namun telah diracuni ajaran dan ujaran penuh kebencian terhadap Yesus? Siapa pun kita, pandanglah salib itu, karena di sanalah segala hutang kejahatan kita dibayar lunas dengan darah kudus Sang Mesias. Marilah kita beribadah dengan hati yang terbuka dan tertuju kepada Allah, Sang Penyelamat kita.
Jemaat : Berdiri dan menyanyi KJ. 368:1-2 PADA KAKI SALIBMU
- Pada kaki salibMu, Yesus ku berlindung; Air hayat Golgota, Pancaran yang Agung
Refr : SalibMu, salibMu yang kumuliakan Hingga dalam sorga k’lak, ada perhentian
- Pada kaki salib-Mu kasih-Mu kut’rima, Sinar Bintang Fajar t’rang yang memb’ri cahaya. Refr .
DOA PEMBUKAAN
Pelayan : Ya Allah, Sumber Cahaya kehidupan, sinarilah kami dalam ibadah ini, supaya kami mampu mengarahkan hidup kami kepada Kristus yang telah mati dan bangkit itu. Di dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin (duduk kembali)
PENGAKUAN DOSA
Pelayan : Jemaat Tuhan yang terkasih, marilah kita mengakui segala dosa dan kesalahan kita di hadapan Allah:
Jemaat : Ya Tuhan, Bapa kami dalam Yesus Kristus, kami datang merendahkan diri kepadamu untuk mengaku dosa-dosa kami. Kami mengaku, kurang mensyukuri penderitaan dan pengorbanan Yesus untuk menebus dan membebaskan kami dari dosa dan maut. Kami tidak melakukan kasih dan kebenaran yang diajarkan kepada kami. Kami sering melakukan kekerasan dan berbagai bentuk kejahatan yang mendukakan hatiMu dan sesama kami. Kami melanggar hukum-hukum-Mu, yang Kau tetapkan untuk kebaikan kami sendiri. Kami juga acap kali mengabaikan petunjuk dan bimbingan Roh Kudus.
Pelayan + Jem : Kami mohon, kasihanilah kami yang berdosa ini dan baharuilah kembali hidup kami seturut kasih dan anugerah pengampunan-Mu, Amin.
Jemaat : Menyanyi KJ 183:1-dst “MENJULANG NYATA ATAS BUKIT KALA”
- Menjulang nyata atas bukit kala; t’rang bederang salibMu Tuhanku’
Dari sinarnya yang menyala-nyala; memancar kasih agung dan restu
Refr: Seluruh umat insan menegadah; ke arah cahya kasih yang mesra
Bagai pelat yang karam merindukan; diufuk Timur pagi merekah
- SalibMu Kristus tanda pengasihan; mengangkat hati yang remuk redam. Membuat dosa yang tak terperikan; di lubuk cinta Tuhan terbenam. Refrein
BERITA ANUGERAH
Pelayan : Dengarlah berita anugerah pengampunan bagi kita, berdasarkan surat 1 Yohanes 1:7 yang menyatakan: “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”
Jemaat : Syukur kepada Allah!
Jemaat : Menyanyi KJ 35:1-3 “ TERCURAH DARAH TUHANKU “
- Tercurah darah Tuhanku di bukit Golgota; yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya, terhapus dosanya, terhapus dosanya yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya.
PEMBERITAAN FIRMAN
Petugas : Berdoa Dan Membaca Alkitab Dari Dalam : Ibrani 10:19-25
Pelayan : Berkhotbah dengan tema
“KEMATIAN DAN KEBANGKITAN YESUS MEMBARUI KITA”
Syalom…..
Bait Allah merupakan lambang kehadiran Allah di tengah bangsa Israel. Oleh karena itu, bait Allah memainkan peran penting dalam kehidupan umat baik pada masa perjanjian Lama maupun masa Perjanjian Baru. Keberadaan bait Allah juga menjadi pijakan teologi umat Israel. Hampir semua kegiatan keagamaan ataupun ritus berpusat di bait Allah. Di bait Allah umat membangun hubungannya dengan Tuhan Allah. Dalam hubungan umat dan Tuhan ini, peran imam menjadi sangat penting. Imam adalah seorang yang memimpin ibadah di bait Allah. Bait Allah orang Yahudi terbagi atas tiga area atau ruang. Pertama adalah area/ruang maha kudus. Area/ruang ini berisi tabut perjanjian Tuhan. Area ini hanya boleh dimasuki oleh imam besar. Itupun dilakukan satu kali setahun. Yang kedua adalah area/ruang kudus. Area ini hanya boleh dimasuki oleh para imam untuk membakar ukupan. Yang ketiga adalah area pelataran. Area ini menjadi tempat bagi umat. Dalam hal ini, umat tidak diperbolehkan memasuki ruang kudus. Itu wilayah sakral yang jika dilanggar maka dijatuhi hukuman mati, bahkan para imampun harus melalui proses pembasuhan untuk bisa masuk ke ruang kudus. Area-area ini dibatasi oleh tirai- tirai. Pentingnya peran bait Allah dan peran imam bagi umat diungkapkan kembali penulis Surat Ibrani untuk melukiskan peran Tuhan Yesus yang membuka hubungan yang baru antara umat dan Tuhan Allah
Dalam bacaan ini, penulis surat Ibrani dengan jelas menyatakan bahwa pengorbanan Kristus telah membawa sesuatu yang baru dalam hubungan dengan Tuhan, yakni umat diluaskan untuk masuk dalam ruang kudus untuk bertemu Tuhan secara langsung (ay. 19-20). Dalam diri-Nya Kristus menyatakan diri-Nya dan menyingkapkan tabir yang memisahkan umat dari ruang maha kudus. Tabir itu telah terbuka. Hal itu terjadi karena Kristus telah membuka tabir pemisah antar ruang kudus dan pelataran. Pada saat kematian-Nya, tabir bait Allah terbelah. Artinya tidak ada sekat lagi yang dapat memisahkan umat dari Tuhan. Dalam karya pengorbanan-Nya, Kristus juga mengambil peran sebagai imam yang menjadi penghubung Tuhan dan umat. Ia bukan hanya membuka hubungan anugerah Tuhan dengan umat tetapi juga memanggil atau mengundang umat untuk masuk dalam hubungan yang baru dengan Tuhan (ay. 21-22).
Undangan Anugerah Tuhan telah terbuka bagi semua orang! Status kita berubah dari status orang yang berada di bawah kutuk dosa menjadi orang yang diterima Tuhan dalam anugerah-Nya. Maut yang menjadi upah dosa berganti menjadi kehidupan karena anugerah. Karya penebusan oleh Kristus benar-benar melahirkan kehidupan baru dengan masa depan yang lebih baik. Undangan anugerah itu merupakan hal yang istimewa dan mulia. Oleh karena itu reaksi kita atas undangan itu haruslah menjadi reaksi yang positif dan penuh penghargaan. Penulis surat ini mengajak umat menanggapi anugerah ini, caranya datang pada Tuhan dengan penuh ketulusan dan nurani yang murni; dengan keteguhan iman yang tidak mudah terpengaruh dengan ajaran lain, godaan kepentingan ataupun berbagai hal yang mengalihkan kita dari Tuhan (ay. 22-23). Keyakinan ini perlu terus dikumandangkan dan dipelihara. Bukan hanya dalam kehidupan pribadi melainkan juga dalam persekutuan. Hal saling menguatkan dan saling mengingatkan begitu ditekankan penulis Surat Ibrani. Oleh karena itu ia menekankan agar selalu ada dalam persekutuan umat sehingga jika ada yang lemah maka akan dikuatkan dan jika ada yang lupa dan lalai akan diingatkan, bukan dicaci atau dibuang dari persekutuan (ay. 24-25)
Kematian Tuhan dan kebangkitan Yesus telah membaharui kita. Oleh karena itu tidak pantas bagi kita untuk tetap hidup dalam dosa. Tidak tepat jika kita terus ada dalam kebencian, penipuan, dendam, korupsi, perselingkuhan dan sebagainya. Kita harus meninggalkan itu semua untuk hidup dalam kehidupan Kristus. Jangan menyia-nyiakan pengorbanan Kristus. Pembaruan oleh Kristus bukan hanya pembaruan pribadi tetapi juga pembaruan persekutuan. Bukan hanya tentang bagaimana saya percaya tetapi juga bagaimana kepercayaan itu nampak dan memberi dampak bagi persekutuan. Itulah sebabnya penulis surat Ibrani mengingatkan untuk terus ada dalam persekutuan iman untuk saling mendorong dan menguatkan satu sama lain. Hidup baru dari Kristus bukan alasan untuk menyombongkan diri apalagi menghakimi dan membangun komunitas sendiri yang memandang rendah orang lain. Sebaliknya hidup baru itu justru mencontohi Kristus yang membuka pintu anugerah bagi orang berdosa. Selamat mempersiapkan diri dalam menyambut Jumad Agung dan Paskah. Amin
DOA SYAFAAT (Diakhiri dengan mengucapkan DOA BAPA KAMI bersama-sama)
Jemaat : MenyanyiNKB.83:1,2 NUN DI BUKIT YANG JAUH
- Nun di bukit yang jauh, tampak kayu salib; lambang kutuk nestapa, cela.
Salib itu tempatTuhan Maha kudusmenebus umat manusia.
Reff. Salib itu ‘kujunjung penuh, hingga tiba saat ajalku. Salib itu ‘kurangkul teguh dan mahkota kelak milikku.
- Meski salib itu dicela, dicerca, bagiku tiada taranya. Anak Domba kudus masuk dunia gelap, disalib kar’na dosa dunia. (reff)
DOA BERKAT…………………..berdiri………………………………………
Pelayan : Saudara-saudaraku, kita telah beribadah sebagai tanda kesiapan kita merayakan Jumad Agung dan Paskah. Karena itu marilah kita memohon berkat-Nya: “ Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.”AMIN
Jemaat : (menyanyi) AMIN..AMIN..AMIN
Syalom…..(bersalaman dan dilanjutkan dengan jamuan kasih)